Selamat datang di situs

 

Home

About IMC

Konsultasi

 Article

Aura Wajah

Harta Dan Belenggu

Infaq

Misteri Barokah

Penyakit Hati

Sedekah Membawa Musibah

Senam Awet Muda

 

 

Kisah Kisah

Bisnis Syariah

Pendeta Abraham

Mimpi Shalat

Mualaf

MuslimTionghoa

Mutiara Yang Hilang

Silaturahmi Perbanyak Rejeki

 

 

Bakti Sosial

Anak Yatim Piatu

Bencana Alam

Lansia

Pesantren

 

 

Mualaf

 

"Saya sudah lebih dari dua tahun masuk Islam, namun saya merasa sendirian. Ucapan selamat dan peluk hangat ketika saya masuk Islam, telah berlalu bersama waktu. Lebih dari dua tahun saya harus terombang-ambing dalam kecemasan dan berbagai pertanyaan..."

 

Pada setiap prosesi ikrar masuk Islam yang dilakukan di berbagai masjid atau lembaga dakwah, suasananya hampir standar, seorang calon mualaf dikelilingi puluhan atau ratusan orang, mendengarkan tausyiah dari seorang pembimbing. Tak lama kemudian terdengarlah ucapan dua kalimat syahadat.

 

Berikutnya adalah proses administrasi berupa penandatanganan Sertifikat Ikrar Islam, yang kelak dapat dijadikan dokumen untuk mengubah beberapa data diri mulai KTP, Kartu Keluarga dan identitas diri lainnya.

 

Kemudian jamaah yang hadir mengerubungi sang mualaf, memberikan ucapan selamat disertai deraian air-mata atau isak tertahan. Sebagian lagi, atas inisiatif beberapa orang, mengumpulkan sejumlah uang untuk diberikan kepada mualaf. Bukan karena selalu sang muallaf miskin, namun jamaah terdorong menunjukan cinta dan persahabatan serta dukungannnya kepada saudaranya yang baru menemukan Islam kembali.

 

Mengapa ketika proses ikrar Islam orang harus menangis terisak? Banyak sebab tentu. Diantara penyebabnya adalah sebuah kejutan spiritual, yang boleh jadi dipicu oleh sebuah peristiwa sepele, namun mengingatkan mereka yang telah lama muslim, merenungi kembali kemusliman mereka.

 

Tempat Untuk Mualaf

Persoalan mualaf sangat beragam. Seorang mualaf yang masih mahasiswi, langsung diputus biaya kuliah dan biaya hidupnya. Tentu langsung kalut, Namun rekan-rekan dan dosennya lalu menampungnya. Bahkan seorang ikhwan aktivis masjid, setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya mengambilnya sebagai istri (sekarang mereka telah dikaruniai seorang anak).

 

Mualaf lain mungkin kurang beruntung, sehingga berbilang tahun, bahkan belasan tahun, tetap berstatus muallaf, dan ini dia, tetap jadi mustahiq dan menjadi langganan berbagai lembaga Islam atau lembaga amil zakat !

 

Termasuk yang kurang beruntung adalah muallaf yang sesudah masuk Islam, terus terlunta-lunta dalam kesendirian karena tiada yang memberikan bimbingan atau tiada tempat yang nyaman yang dapat dijadikan pelabuhan untuk bertanya dan berdiskusi, atau sekedar tempat dimana dia merasa diterima, tanpa harus dipelototi dan diwawancara berulang-ulang tentang topik yang sama, mengapa kamu masuk islam, bagaimana ceritanya ?

 

Oleh H. BUDI PRAYITNO & Hj. RESA K LESTARI

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0504/10/teropong/lainnya02.htm ; Senin, 10 Mei 2004

 

Sekretariat :

Jl. Mandar Utama DS1/5, Bintaro Jaya Sektor 3A , Tgr 15224 Telp. 021 - 926 90901

Al'Qu'ran Online

 

Penasehat

Rockanto Djokomono

M Ferry Wong

 

Pembina

Nur Nira Kholifah

Titin Natalia

 

Tim

I

 

© 2007 @ PondokIMC   ;  email : info@persadaindo.com   ;   ferrywongg@yahoo.com ( YM )