|
Memanfaatkan Akupuntur dan Herbal untuk Imunitas
Kamis, 23 September,
2004 oleh: gklinis
Kesadaran pada bahaya
bahan kimiawi obat-obatan sintetis membuat orang berpaling pada pengobatan
herbal dan akupunktur. Pengobatan modern sudah semakin maju. Berbagai
teknologi kedokteran mutakhir dimanfaatkan. Namun, tak sedikit orang yang
tetap setia dan bahkan mulai beralih pada pengobatan alternatif berupa
obat-obat tradisional (herbal) dan akupunktur. Sistem pengobatan herbal dan
akupunktur ini berasal dari masyarakat-masyarakat tradisional di berbagai
negara pada ratusan tahun lalu. Pengobatan herbal mengandalkan ramuan
tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat obat.
Sedangkan pengobatan
lewat akupunktur menggunakan tusuk jarum pada titik-titik tertentu di tubuh
manusia. "Saat ini di dunia kesehatan terjadi pergeseran dalam hal
pemeliharaan kesehatan, dari kuratif menjadi preventif. Kemudian lahir
kesadaran tentang bahaya bahan kimiawi pada obat-obatan sintetis . Maka ,
pemikiran back to nature menjadi pilihan banyak orang ," ujar Ketua
International Herbal Center (IHC), Drh H Rusdiyanto SF, di Jakarta, beberapa
waktu lalu dalam sebuah seminar nasional tentang obat herbal dan akupunktur.
Data dari Departemen Kesehatan pada 2000 menyebutkan , penduduk Indonesia
yang menderita sakit sebanyak 25,4 persen, atau lebih dari 53 juta jiwa .
Menurut laporan Biro Pusat Statistik (BPS), dari jumlah tersebut sekitar
58,6 persennya berobat sendiri atau berobat di klinik tradisional. Sisanya
yang 41,4 persen pergi ke dokter , rumah sakit , atau fasilitas kesehatan
lainnya .
Akupunktur
Pengobatan akupunktur dilakukan dengan tusuk jarum. Teknik pengobatan ini
berasal dari Cina. Caranya, jarum ditusukkan pada titik-titik tertentu di
permukaan tubuh. Metode ini berdasarkan pada hipotesis bahwa dalam tubuh
manusia terdapat energi kehidupan (qi yang mengikuti sistem meridian (jing
luo. Selain itu, ada metode pertentangan (yin-yang dengan dalil lima unsur,
yaitu kayu, api, tanah, logam, dan air. Pengobatan akupunktur di Indonesia
dipraktikkan secara berdampingan dengan pengobatan kedokteran modern oleh
dokter. Itu dilakukan untuk ketepatan diagnosis dan ketepatan pengobatannya
. Menurut Ketua Konsorsium Akupunktur Depdiknas dan Ketua Umum DPP Persatuan
Akupunkturis Seluruh Indonesia (PAKSI) , dr. Tomi Hardjatno , metode
pengobatan ini mampu menanggulangi berbagai penyakit seperti osteoarthritis
, rhinitis allergica , urticaria , sampai asma.
"Yang penting di sini
adalah kaitan akupunktur dengan sistem imunitas tubuh. Ini sudah diteliti
dengan mengungkap mekanisme kerja dan efeknya terhadap penyakit-penyakit
tertentu ," ujarnya . Imunitas, katanya, berkaitan dengan kemampuan tubuh
untuk menghambat, membatasi , atau menghilangkan benda asing atau sel
abnormal yang dapat membahayakan tubuh . Sistem ini memiliki fungsi
melindungi tubuh dari bahan patogenik , membuang sisa jaringan yang rusak ,
serta mengenal dan membuang sel-sel abnormal. Dengan metode akupunktur ,
titik-titik tertentu pada tubuh diberi rangsangan dengan jarum untuk
meningkatkan derajat kesehatan . Penelitian menunjukkan bahwa rangsangan
tusukan jarum dapat menimbulkan rangkaian reaksi biomolekuler , biofisik ,
reaksi inflamasi , reaksi refleks kutaneo-somato-visero , dan transmisi
saraf ke otak .
"Stimulasi akupunktur
menimbulkan mikrotrauma yang merusak sel sehingga menyebabkan pelepasan
berbagai zat tertentu," tambah dr Tomi Hardjatno . Beberapa zat yang
dilepaskan antara lain bradikinin , substansi P , dan prostaglandin . Reaksi
lanjutan dapat berupa pelepasan histamine, heparin, dan kinin protease.
Pengobatan akupunktur terbukti dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh
dengan cara peningkatan jumlah sel leukosit, daya fagositik, pembentukan
T-cell rosette, kadar antibodi, dan kadar interferon. Berbagai efek tersebut
diperantarai oleh beberapa reseptor yang menghubungkan ke sistem saraf pusat
dan sistem kekebalan. "Efek akupunktur adalah peningkatan respons kekebalan
yang cukup besar. Penelitian terkini diarahkan untuk peningkatan sistem
kekebalan terhadap gangguan kekebalan tubuh seperti penyakit tumor ganas
(kanker) dan AIDS ," cetus dr Tomi Hardjatno .
Herbal
Khasiat herbal dan pengobatan lainnya, kata Rusdiyanto, sangat tergantung
pada beberapa faktor . Di antaranya , pada kecermatan dokter dalam
mendiagnosa , ketepatan herbalis ( ahli herbal ) dalam menentukan jenis
pengobatan yang cocok , dan proses pembuatan bahan herbalnya menerapkan cara
pembuatan obat yang baik ( CPOB ) . Bahan baku pengobatan herbal tidak sulit
ditemukan karena Indonesia memiliki 30.000-an spesies tumbuhan dan 6.000-an
jenis tanaman berkhasiat obat . Sementara itu , dr Hedi R Dewoto SpFK dari
Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI mengatakan , banyak tanaman yang
mendapatkan perhatian khusus untuk diteliti lebih mendalam mengenai
kemungkinan untuk pencegahan maupun pengobatan penyakit , antara lain
ginseng dan ginkobiloba. "Penelitian-penelitian dilakukan secara invitro dan
invivo pada hewan coba , dan juga uji klinik pada manusia , untuk mengetahui
manfaat dan keamanan tanaman tertentu ," sambung dr Hedi R Dewoto SpFK .
Penelitian ini juga dilakukan terhadap beberapa tanaman yang diduga dapat
meningkatkan kekebalan , yaitu echinacea , phyllantus niruri dan jamur
Maitake .
DI RS Berdampingan dengan Pengobatan
Medis
Sistem pengobatan
akupunktur telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) . Badan ini
bahkan telah mengeluarkan buku pedoman tentang pendidikan , penelitian , dan
pelayanan akupunktur. Akupunktur yang bagi sebagian orang masih mendatangkan
misteri mulai dapat diungkapkan melalui pendekatan rasional , baik lewat
ilmu kedokteran maupun kesehatan modern . Maka , tak heran bila hari-hari
ini banyak dokter yang ikut mempelajari dan menerapkan sistem pengobatan
akupunktur . Hingga saat ini tercatat hampir semua rumah sakit di kota besar
di Indonesia memiliki fasilitas pelayanan akupunktur . Pelayanan tersebut
ditujukan untuk pengobatan dan perawatan kesehatan . Biasanya akupunktur
dipakai untuk pengobatan diabetes mellitus , osteoporosis , masalah geriatri
, adiksi narkoba , obesitas , dan berkaitan dengan masalah kecantikan dan
kewanitaan.
Terapi akupunktur
juga diakui oleh Departemen Kesehatan sebagai salah satu terapi alternatif
yang perlu dikembangkan . Ini didasarkan pada pemikiran bahwa akupunktur
merupakan pengobatan yang murah , aman , rasional , efektif , dan mudah
dilakukan .
Sumber: Republika
Online - Selasa, 21 September 2004 - Penulis : wed |