Setelah
menjalani bertahun-tahun masa pernikahan, pola hubungan seksual cenderung
menjadi datar dan hambar. Wah bahaya itu !! Apa yang perlu diperbaiki?
Ingat khan, dulu saat Anda memasuki usia belasan
tahun dengan energi yang begitu melimpah, rasanya semua bisa dilakukan
dengan penuh semangat. Energi yang sama masih meraja saat Anda memasuki masa
perkawinan di usia dua-puluhan Kehidupan seksual dengan pasangan, terasa
begitu menyenangkan.
Kini di usia
pertengahan, dengan anak-anak yang meningkat remaja dan aneka tanggung jawab
pekerjaan, bagaimana kehidupan seks Anda? Barangkali saja, Anda mulai
memasuki krisis seksual masa pertengahan. Hubungan intim yang dahulu begitu
bergelora, kini jadi suam-suam. Hangat pun tidak, walaupun belum padam. Mau
bicara problem seksual dengan kawan? Ah, nanti malah jadi bahan tertawaan,
karena rekan-rekan nampak begitu menikmati kehidupan seksual mereka. Lihat
saja semangat mereka saat melontarkan bincang-bincang seksual. Rasanya, tak
ada teman senasib. Tapi, benarkah tidak ada yang senasib?
Polling yang
ada justru menunjukkan hal sebaliknya. Biarpun sekitar 85% wanita merasa
puas dengan pernikahan mereka, nyatanya hanya 57% yang pas dalam kehidupan
seksualnya. Ada kecenderungan menurunnya freksuaensi bercinta. Soalnya, dari
salah satu survei yang dilakukan praktisi bidang seksual, terlihat bahwa
frekuensi tertinggi terjadi pada akhir usia 20-an:47% diantaranya menikmati
kehidupan seksual dua kali atau lebih dalam satu minggu. Bandingkan dengan
data wanita usia 50-a dimana lebih dari 40% mengaku sudah tak berhubungan
intim minimal setahun terakhir.
Mengapa pola
hubungan seksual cenderung memburuk, padahal ini merupakan bagian penting
perkawinan? Nah, terlihat bahwa ada penyebab lainnya
Kesibukan mengalahkan Seks
Meski sejak
awal kita bicara tentang usia tertengahan, sebenarnya ancaman datarnya
kehidupan seks bukan hanya ada di usia pertengan saja. Itu bisa terjadi
kapan saja lho, saat "gangguan luar" menyerbu dalam bentuk kesibukan. Tak
heran kalau kehidupan seksual yang lebih tua bisa "mengalahkan" pasangan
muda.
Luasnya makna seks
Seks bukan
cuma berarti seks semata, "kata Barbie Zilbergld, Ph.D penulis buku The New
Male Sexuality. Seks meruakan perekat hebat yang menjaga lengketnya pasangan,
demikian lanjutnya. "Dan perekat hebat itu bisa muncul dari harminisnya
perkawinan.
Dari
pelelitian para pakar seks, ada 9 karakter yang mendasari arti perkawinan.
Salah satunya cinta seksual. Dengan cinta seksual, keakraban sepertinya
dapat diperbaharui. Gairah yang sejak awal menyatukan pasangan, teruslah
dipelihara. Tidak ada obat yang lebih mujarab atas tekanan dalam kehidupan,
daripada kehidupan seksual yang penuh cinta.
Mengobarkan Lagi Api Cinta
Kesibukan
harus dikalahkan, perkawinan harus diharmoniskan. Kelihatannya gampang,
namun bagi banyak orang, nasehat itu cuma gampang terucap tapi susah
terlaksana. Ada beberapa tips yang patut dicoba:
1. Seks itu penting
Dalam
memperbaiki hubungan seks, perlu meluruskan pandangan. Kehidupan seks amat
penting. Jika terjadi hambaran perkawinan, seks juga bisa menjadi obat
mujarab. Namun jangan lupa, seks takkan berguna banyak jika ia tidak
ditempatkan sebagai hal yang penting.
2. Sadari perlunya usaha
Kehidupan
perkawinan bahagia, bukan tercipta dan terpelihara begitu saja. Banyak yang
beranggapan bahwa dengan cinta saja, kehidupan perkawinan menjadi romantis
seumur hidup. Cinta tidak dapat begitu saja menciptakan romantisme. Hal itu
perlu dijaga dan dipelihara terus dengan berbagai cara. Pandanglah pasangan
Anda sebagai sosok yang terpenting dalam hidup Anda, melebihi aneka
pekerjaan dan kegiatan.
3. Ciptakan waktu, cari ruang
Letakkan seks
dalam skala prioritas. Jadwalkan waktu khusus untuk bercinta. Rencanakan
perjalanan yang ringan dengan pasangan, dengan demikian terciptakan waktu
dan ruang yang khusus untuk bercinta. Tak perlu jauh-jauh ke Bali, merancang
makan malam berdua, juga romantis ... Bagi pasangan pria yang merasa ditolak
atau istri yang merasa diabaikan, cara ini bisa menjadi obat mujarab.
4. Hati-hati menolak
Bebeapa
pasangan kehilangan minat bercinta lantaran pasangan pria merasa ditolak
karena ajakan kurang ditanggapi sementara si wanita merasa pasangnnya kurang
romantis. Dengan demikian perlu menjaga perasaan pasangan. Walau awalnya tak
terlalu berminat, mungkin perlu mengiakan ajakan pasangan.
5. Variasi
Salah satu
penyebab hambatnya hubungan asmara adalah rasa bosan dalam bercinta. Sebab
itu ciptakan kreasi dalam menciptakan variasi romantisme.
Tubuh Bugar Bercinta Gencar
Olahraga
membantu memberi oksigen dalam kehidupan seksual Anda, menciptakan mood
bercinta, energi dan orgasme yang lebih memuaskan. Mengapa demikian?
Olahraga meningkatkan aktivitas otak kiri, memicu perasaan positif yang bisa
meningkatkan minat bercinta. Terutama latihan aerobik, memacu produksi
endorphin, memicu perasaan nyaman tak hanya dalam bercinta, namun juga
mempengaruhi intensitas orgasme.
Penulis: Nn
Sumber: Senior
News